Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh Selamat Datang Di islamic Site

Minggu, 18 Januari 2009

Israel Gencatan Senjata Sepihak, Gagal Tumbangkan Hamas

Setelah 22 hari menggempur Jalur Gaza, Israel secara sepihak akhirnya menyatakan gencatan senjata. Meski demikian, pasukan Zionis masih melakukan serangan di berbagai titik di Gaza dan tentara-tentara Zionis itu masih belum mampu menguasai kota Gaza seluruhnya. Hamas telah memenangkan peperangan?

Gencatan senjata dari pihak Israel, diumumkan oleh Perdana Menteri Israel Ehud Olmert dalam keterangan persnya di Tel Aviv. Ia mengklaim bahwa Israel telah mencapai target agresinya ke Jalur Gaza yang telah ditetapkan oleh kabinetnya.

Olmert mengatakan pihaknya mengambil keputusan gencatan senjata setelah melakukan pembicaraan dengan Presiden Mesir Husni Mubarak dan setelah Tel Aviv menandatangani kesepakatan kerjasama dengan AS hari Jumat kemarin untuk menangani masalah yang diklaim Israel sebagai penyelundupan senjata dari Mesir ke Gaza.

Israel mulai memberlakukan gencatan senjata pada Minggu (18/1) pukul 02.00 dinihari waktu setempat. Namun dalam gencatan senjata itu, Israel tidak menyinggung masalah penarikan pasukannya dari Jalur Gaza dan pencabutan blokade di Gaza seperti tuntutan Hamas. Israel juga mengancam akan kembali menyerang Gaza jika pejuang Palestin menembakkan roketnya.

Meski sudah mengumumkan gencatan senjata, sebuah helikopter Israel masih melakukan serangan ke beberapa titik di Gaza City dan menjatuhkan bom-bom yang mengandung senjata kimia berbahaya fosfor putih. Press TV-stasiun televisi berbahasa Inggris yang berbasis di Iran-menayangkan pemandangan Gaza City yang masih diliputi asap putih akibat ledakan bom-bom fosfor tersebut.

Selama 23 hari agresi brutal pasukan Zionis ke Jalur Gaza, sekitar 1.215 warga Gaza gugur syahid dan 6.000 orang lainnya luka-luka. Sementara di pihak Israel, Tel Aviv mengklaim kehilangan 12 tentaranya dan 85 orang lainnya luka-luka. Sedangkan Hamas menyatakan berhasil menewaskan 34 tentara Israel dan mencenderai 96 orang lainnya.

Hamas menyikapi dingin pernyataan gencatan senjata yang diumumkan secara sepihak oleh Israel tanpa melibatkan pihak Palestina. Juru Bicara Hamas Fawzi Barhum mengatakan, gencatan senjata harus disertai penghentian agresi secara total, penarikan seluruh pasukan Israel dari Jalur Gaza, pencabutan blokade dan pembukaan perbatasan.

"Pernyataan gencatan senjata oleh Zionis musuh kami, menunjukkan bahwa merekalah yang telah mengobarkan perang secara sepihak, perang yang dilancarkan musuh pada rakyat kami," tukas Barhum seraya menegaskan bahwa Hamas tidak akan menerima kehadiran pasukan Israel di Jalur Gaza meski cuma satu tentara.

Barhum menyatakan, Hamas akan terus melakukan perlawanan terhadap Israel sampai semua tuntutan Hamas dipenuhi.

Pernyatan gencatan senjata secara sepihak oleh Israel dan penegasan Hamas itu, membuktikan bahwa Israel tidak mampu menumbangkan Hamas, apalagi sampai hari ke-23 pasukan Zionis juga masih belum bisa menguasai Gaza sepenuhnya. Dari sisi moril, Hamas telah memenangkan perang yang dikobarkan Israel. Sedangkan Israel, cuma menuai kecaman dari masyarakat dunia karena pasukan militernya telah membunuh warga sipil Palestina tak berdosa, sekaligus menunjukkan karakter Israel sebagai negara penjajah yang membahayakan kawasan Timur Tengah.

Sebuah polling yang dilakukan Pers TV menunjukkan bahwa mayoritas responden meyakini Israel tidak akan bisa menghancurkan Hamas. Dari 26.385 responden, 76 persen menyatakan Hamas akan mengalahkan Israel dalam perang darat. Selain itu, 35 persen responden menyatakan agresi brutal Israel ke Jalur Gaza, akan menyatukan umat Islam dan umat Islam akan memberikan bantuan pada rakyat Palestina. (ln/prtv)

Senin, 12 Januari 2009

Pemimpin Arab Memalukan, Chavez "Pahlawan" Palestina



Sebuah ironi memang jika rakyat Palestina justru lebih menganggap pemimpin dari luar negara Muslim sebagai tokoh pahlawan mereka. Rakyat Palestina kini lebih bangga dengan Presiden Venezuela, Hugo Chavez yang lebih menunjukkan solidaritasnya yang tinggi terhadap bangsa Palestina, ketimbang pimpinan negara-negara Arab yang selama puluhan tahun mengabaikan dan mengkhianati bangsa Palestina.

"Dia (Chavez) adalah simbol perjuangan untuk kemerdekaan seperti Che Guevara. Itulah yang membedakannya dari pemimpin dunia lainnya," puji anggota parlemen Palestina Mohammad al-Lahham.

Wajar saja kalau rakyat Palestina memuji Chavez. Begitu melihat agresi brutal Israel di Jalur Gaza, Chavez langsung mengusir dubes Israel di Caracas. Satu hal yang tidak dilakukan pemimpin dunia lainnya, termasuk pemimpin negara Mesir dan Yordania, dua negara Arab yang menjalin hubungan diplomatik dengan Israel.

Venezuela juga mengirimkan bantuan kemanusiaan dengan menggunakan pesawat terbang sendiri untuk membantu warga Gaza yang kekurangan makanan dan obat-obatan akibat blokade Israel.

Chavez dengan keras mengecam dunia internasional yang dianggapnya tidak banyak berbuat sesuatu untuk menghentikan "holocaust" yang dilakukan Israel di Jalur Gaza dan menyebut Israel sebagai "tangan pembunuh" AS di Palestina.


Sejak Chavez mengusir dubes Israel, Chavez menuai pujian dari komunitas Muslim dan Arab. "Semua orang di sini (Palestina) kenal siapa dia (Chavez)," kata walikota Al-Masar di Betlehem, Tepi Barat, Mahmud Zwahreh.

Menurutnya, banyak warga Palestina yang minta foto Chavez untuk dibawa dalam aksi-aksi unjuk rasa menentang agresi Israel di Jalur Gaza. Oleh sebab itu, Zwahreh memcetak banyak foto Chavez untuk dibagi-bagikan pada para pengunjuk rasa anti-Israel. Tak heran jika dalam aksi unjuk rasa anti-Israel, juga terlihat bendera-bendera Venezuela dan foto-foto Chavez.

"Saya ingin bisa memberikan Chavez paspor Palestina agar ia bisa menjadi warga negara Palestina. Dan kami akan memilih dia sebagai presiden kami," tukas Zwahreh. Iyad, seorang pemilik toko di dekat Gereja Nativity di Betlehem setuju dengan pernyataan Zwahreh.

"Chavez adalah presiden yang baik. Dia selalu mendukung rakyat Palestina," ujarnya. Warga Palestina lainnya bernama Assem juga menilai Chavez lebih baik dari pemimpin-pemimpin Arab lainnya.

"Dia lebih baik dari pemimpin-pemimpin negara Arab. Mesir dan Yordania seharusnya juga mengusir duta besar Israel. Sangan memalukan, negara-negara Arab tidak punya pemimpin seperti dia (Chavez)," tandas Assem. Pernyataan yang seharusnya menjadi tamparan keras buat Mahmud Abbas, Presiden Palestina dari faksi Fatah dan pemimpin-permimpin Arab. Dunia Arab memang sangat menyedihkan untuk Palestina.

Sementara itu walikota Bireh di Libanon, memakai nama Hugo Chavez untuk salah satu jalan di kota itu. "Cuma ini yang bisa kami lakukan untuk laki-laki pmeberani yang telah menyalakan harapan di hati kami dan telah membalas luka kami akibat kebiadaban entitas Zionis," kata Mohammed Wehbe.

Di jalan utama menuju kota Bireh sepanjang 45 kilometer yang berada di sebelah utara kota pelabuhan Tripoli, terpampang spanduk-spanduk yang bertuliskan antara lain "Bangsa ini membutuhkan pemimpin seperti Chavez", "Chavez mengusir duta besar Israel. Kapan kalian melakukannya, pemimpin-pemimpin Arab?".

Foto-foto Chavez juga ditempel di berbagai tempat di kota yang berpenduduk 17.000 jiwa itu. Seorang imam di Libanon, Bilal Rivai berkomentar tentang Chavez, "Kami tidak punya hubungan langsung dengan Chavez. Kami juga tidak beragama yang sama dengan Chavez. Kami bicara dengan bahasa yang berbeda. Tapi dia (Chavez) ikut merasakan penderitaan kami dan dia layak mendapatkan penghargaand dan penghormatan dari kami. (ln/iol)

Senin, 05 Januari 2009

Israel Gunakan Senjata Kimia Di Gaza





Israel menggunakan zat berbahaya untuk membantai warga Gaza dalam serangan daratnya. Bom-bom yang digunakan pasukan Zionis mengandung fosfor putih, sebuah zat yang berbahaya dan mematikan bagi manusia.

Fosfor putih, oleh badan intelejen AS dimasukkan ke dalam katagori "senjata kimia". Orang yang terkena serpihan dari bom yang mengandung fosfor putih akan mengalami luka bakar yang mengerikan.

Times Online mengutip keterangan seorang pakar keamanan Israel yang mengatakan, "Pemandangan dari ledakan bom yang mengandung zat berbahaya itu akan terlihat fantastik, dengan asap tebal yang bisa membutakan mata pihak musuh, sehingga pasukan kami bisa bergerak maju."

Dalam serangan artileri pasukan Israel ke Jalur Gaza hari Minggu kemarin, diketahui bahwa bom-bom yang ditembakan dari tank-tank Israel mengandung fosfor putih. Itu artinya, Israel telah menggunakan senjata kimia berbahaya yang penggunaannya masih menjadi kontroversi di dunia.

Hari Minggu kemarin, anggota tim dokter dari Norwegia Dokter Mads Gilbert juga mengatakan bahwa tim medisnya menemukan sisa-sisa uranium pada sejumlah korban luka di Gaza.

Times Online dalam laporannya mengatakan, penggunaan senjata kimia dalam serangan ke Jalur Gaza akan memicu kontroversi atas metode-metode serangan yang digunakan militer Israel. Israel juga menggunakan bom-bom yang mengandung fosfor putih dalam perang 34 hari dengan Hizbullah di Libanon sehingga banyak menimbulkan korban jiwa.

Inilah bukti kemunafikan negara-negara Barat seperti AS yang tetap memberikan dukungan buta pada Israel meski rezim ilegal itu telah menggunakan senjata kimia berbahaya terhadap warga sipil. Bedakan dengan sikap AS terhadap Irak, yang merasa perlu menumbangkan Saddam Hussein dan menghancurkan Irak dengan tuduhan Irak memiliki senjata pemusnah massal berbahaya. Padahal tuduhan itu tidak pernah terbukti hingga sekarang. Tapi ketika Israel yang menggunakan senjata pemusnah massal, AS tidak berbuat apapun untuk menghentikan Israel.(ln/prtv)

Jumat, 02 Januari 2009

BLC...oh..BLC

RICUH di blc gara- gara seorang peserta meragukan profesionalitas para juri....
mungkin kemengangan ini juga diragukan...
ViCtory is ALLOh, KEMEnangan itu hanya milik ALLOH...
Kalopun menang alhamdulillah...anggep ja dapet bonus HP...
Napa ya kok bisa menang???
pernah tuh terlontar dari mulut tak berdaya ni...
tyuzz...dijawabnya kaya' gini:
1. jurinya lapan orang punya kriteria masing-masing
2. judul ma isinya nyambung
3. sebagian besar juri suka ma templatenya
4. nama blognya juga nyambung ma isinya...GITCU
oohhhhhhhhh....awalnya minder, cz ga bisa sebagus punya temen2ku... pas menang kuaget banget,,,tapi maksih dech BLC. cz bisa membuat orang bangga dengan kreatifitasnya sendiri...dbisa bersyukur karena telah diberi kesempatan tuk apresiasiin dirinye masing- masing!!! Tapi BLC...oh BLC...diantara sanjungan...engkau juga di protes keras- keras!!! Tapi ChaYO BLC

Selasa, 30 Desember 2008

Akibat Penggalian Rejim Zionis, Kompleks Masjid Al-Aqsa Mulai Longsor

Senin, 18 Peb 08 14:44 WIB



Penggalian yang terus menerus dilakukan rejim Zionis Israel di bawah kompleks masjid al-Aqsa mulai menunjukkan dampaknya, berupa longsor di kompleks masjid suci ketiga bagi umat Islam itu.

Longsoran itu ditemukan di halaman masjid dan baru diketahui pada hari Jumat (15/2), ketika para jamaah hendak melaksanakan salat Jumat.

Situs Al-Aqsa Online menyebutkan, longsoran itu menimbulkan lubang sedalam dua meter dengan diameter 1, 5 meter. Longsoran itu terjadi di dekat Pintu Gerbang Al-Selsea dan sumber air Qatibai, sisi barat masjid.

"Saya sedang membersihkan halaman masjid untuk salat Jumat. Sekitar jam 10 pagi, tiba-tiba seperti ada yang runtuh, dan terlihatlah sebuah lubang. Kami menutup lubang yang cukup besar itu dengan lembaran kayu, untuk keamanan jamaah, " tutur Ashraf Al-Sharyati, petugas kebersihan di masjid Al-Aqsa.

Dalam pernyataannya, lembaga rekonstruksi tempat-tempat suci Islam Al-Aqsa Foundation menyatakan, longsoran itu disebabkan oleh penggalian yang dilakukan rejim Israel di bawah kompleks Masjid Al-Aqsa dan penggalian tersebut sudah mencapai Pintu Gerbang Selsela.

Hal serupa juga dilontarkan gerakan Islam di Israel pimpinan Syaikh Raed Salah, yang menyerukan agar negara-negara Muslim segera mengambil langkah untuk menghentikan penggalian yang dilakukan rejim Israel di kompleks masjid al-Aqsa.

Pada tahun 2004, longsoran juga terjadi di jalan yang menuju ke salah satu pintu gerbang masjid.

Selain kegiatan penggalian, pada Februari 2007, buldoser-buldoser Zionis menghancurkan jembatan kayu menuju Pintu Gerbang Al-Maghariba dan menghancurkan dua ruang di bawah tanah, komplek masjid al-Aqsa. Aksi rejim Zionis ini menuai protes dari rakyat Palestina dan negara-negara Muslim. Namun telinga Zionis sudah tuli, dan tak mau mendengar kecaman-kecaman itu. (ln/iol
ANTARA ZIONISME DAN YAHUDI

HARUN YAHYA






Musim panas tahun 1982 menjadi saksi atas kebiadaban luar biasa yang menyebabkan seluruh dunia berteriak dan mengutuknya dengan keras. Tentara Isrel memasuki wilayah Lebanon dalam suatu serbuan mendadak, dan bergerak maju sambil menghancurkan sasaran apa saja yang nampak di hadapan mereka. Pasukan Israel ini mengepung kamp-kamp pengungsi yang dihuni warga Palestina yang telah melarikan diri akibat pengusiran dan pendudukan oleh Israel beberapa tahun sebelumnya. Selama dua hari, tentara Israel ini mengerahkan milisi Kristen Lebanon untuk membantai penduduk sipil tak berdosa tersebut. Dalam beberapa hari saja, ribuan nyawa tak berdosa telah terbantai.

Terorisme biadab bangsa Israel ini telah membuat marah seluruh masyarakat dunia. Tapi, yang menarik adalah sejumlah kecaman tersebut justru datang dari kalangan Yahudi, bahkan Yahudi Israel sendiri. Profesor Benjamin Cohen dari Tel Aviv University menulis sebuah pernyataan pada tanggal 6 Juni 1982:

Saya menulis kepada anda sambil mendengarkan radio transistor yang baru saja mengumumkan bahwa ‘kita’ sedang dalam proses ‘pencapaian tujuan-tujuan kita’ di Lebanon: yakni untuk menciptakan ‘kedamaian’ bagi penduduk Galilee. Kebohongan ini sungguh membuat saya marah. Sudah jelas bahwa ini adalah peperangan biadab, lebih kejam dari yang pernah ada sebelumnya, tidak ada kaitannya dengan upaya yang sedang dilakukan di London atau keamanan di Galilee…Yahudi, keturunan Ibrahim…. Bangsa Yahudi, mereka sendiri menjadi korban kekejaman, bagaimana mereka dapat menjadi sedemikian kejam pula? … Keberhasilan terbesar bagi Zionisme adalah de-Yahudi-isasi bangsa Yahudi. ("Professor Leibowitz calls Israeli politics in Lebanon Judeo-Nazi" Yediot Aharonoth, 2 Juli 1982)

Benjamin Cohen bukanlah satu-satunya warga Israel yang menentang pendudukan Israel atas Lebanon. Banyak kalangan intelektual Yahudi yang tinggal di Israel yang mengutuk kebiadaban yang dilakukan oleh negeri mereka sendiri.

Pensikapan ini tidak hanya tertuju pada pendudukan Israel atas Lebanon. Kedzaliman Israel atas bangsa Palestina, keteguhan dalam menjalankan kebijakan penjajahan, dan hubungannya dengan lembaga-lembaga semi-fasis di bekas rejim rasis Apartheid di Afrika Selatan telah dikritik oleh banyak tokoh intelektual terkemuka di Israel selama bertahun-tahun. Kritik dari kalangan Yahudi sendiri ini tidak terbatas hanya pada berbagai kebijakan Israel, tetapi juga diarahkan pada Zionisme, ideologi resmi negara Israel.

Ini menyatakan apa yang sesungguhnya terjadi: kebijakan pendudukan Israel atas Palestina dan terorisme negara yang mereka lakukan sejak tahun 1967 hingga sekarang berpangkal dari ideologi Zionisme, dan banyak Yahudi dari seluruh dunia yang menentangnya.

Oleh karena itu, bagi umat Islam, yang hendaknya dipermasalahkan adalah bukan agama Yahudi atau bangsa Yahudi, tetapi Zionisme. Sebagaimana gerakan anti-Nazi tidak sepatutnya membenci keseluruhan masyarakat Jerman, maka seseorang yang menentang Zionisme tidak sepatutnya menyalahkan semua orang Yahudi.

Asal Mula Gagasan Rasis Zionisme

Setelah orang-orang Yahudi terusir dari Yerusalem pada tahun 70 M, mereka mulai tersebar di berbagai belahan dunia. Selama masa ‘diaspora’ ini, yang berakhir hingga abad ke-19, mayoritas masyarakat Yahudi menganggap diri mereka sebagai sebuah kelompok masyarakat yang didasarkan atas kesamaan agama mereka. Sepanjang perjalanan waktu, sebagian besar orang Yahudi membaur dengan budaya setempat, di negara di mana mereka tinggal. Bahasa Hebrew hanya tertinggal sebagai bahasa suci yang digunakan dalam berdoa, sembahyang dan kitab-kitab agama mereka. Masyarakat Yahudi di Jerman mulai berbicara dalam bahasa Jerman, yang di Inggris berbicara dengan bahasa Inggris. Ketika sejumlah larangan dalam hal kemasyarakatan yang berlaku bagi kaum Yahudi di negara-negara Eropa dihapuskan di abad ke-19, melalui emansipasi, masyarakat Yahudi mulai berasimilasi dengan kelompok masyarakat di mana mereka tinggal. Mayoritas orang Yahudi menganggap diri mereka sebagai sebuah ‘kelompok agamis’ dan bukan sebagai sebuah ‘ras’ atau ‘bangsa’. Mereka menganggap diri mereka sebagai masyarakat atau orang ‘Jerman Yahudi’, ‘Inggris Yahudi, atau ‘Amerika Yahudi’.

Namun, sebagaimana kita pahami, rasisme bangkit di abad ke-19. Gagasan rasis, terutama akibat pengaruh teori evolusi Darwin, tumbuh sangat subur dan mendapatkan banyak pendukung di kalangan masyarakat Barat. Zionisme muncul akibat pengaruh kuat badai rasisme yang melanda sejumlah kalangan masyarakat Yahudi.

Kalangan Yahudi yang menyebarluaskan gagasan Zionisme adalah mereka yang memiliki keyakinan agama sangat lemah. Mereka melihat “Yahudi” sebagai nama sebuah ras, dan bukan sebagai sebuah kelompok masyarakat yang didasarkan atas suatu keyakinan agama. Mereka mengemukakan bahwa Yahudi adalah ras tersendiri yang terpisah dari bangsa-bangsa Eropa, sehingga mustahil bagi mereka untuk hidup bersama, dan oleh karenanya, mereka perlu mendirikan tanah air mereka sendiri. Orang-orang ini tidak mendasarkan diri pada pemikiran agama ketika memutuskan wilayah mana yang akan digunakan untuk mendirikan negara tersebut. Theodor Herzl, bapak pendiri Zionisme, pernah mengusulkan Uganda, dan rencananya ini dikenal dengan nama ‘Uganda Plan’. Kaum Zionis kemudian menjatuhkan pilihan mereka pada Palestina. Alasannya adalah Palestina dianggap sebagai ‘tanah air bersejarah bangsa Yahudi’, dan bukan karena nilai relijius wilayah tersebut bagi mereka.

Para pengikut Zionis berusaha keras untuk menjadikan orang-orang Yahudi lain mau menerima gagasan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan agama mereka ini. Organisasi Yahudi Dunia, yang didirikan untuk melakukan propaganda masal, melakukan kegiatannya di negara-negara di mana terdapat masyarakat Yahudi. Mereka mulai menyebarkan gagasan bahwa orang-orang Yahudi tidak dapat hidup secara damai dengan bangsa-bangsa lain dan bahwa mereka adalah suatu ‘ras’ tersendiri; dan dengan alasan ini mereka harus pindah dan bermukim di Palestina. Sejumlah besar masyarakat Yahudi saat itu mengabaikan seruan ini.

Dengan demikian, Zionisme telah memasuki ajang politik dunia sebagai sebuah ideologi rasis yang meyakini bahwa masyarakat Yahudi tidak seharusnya hidup bersama dengan bangsa-bangsa lain. Di satu sisi, gagasan keliru ini memunculkan beragam masalah serius dan tekanan terhadap masyarakat Yahudi yang hidupnya tersebar di seluruh dunia. Di sisi lain, bagi masyarakat Muslim di Timur Tengah, hal ini memunculkan kebijakan penjajahan dan pencaplokan wilayah oleh Israel, pertumpahan darah, kematian, kemiskinan dan teror.

Banyak kalangan Yahudi saat ini yang mengecam ideologi Zionisme. Rabbi Hirsch, salah seorang tokoh agamawan Yahudi terkemuka, mengatakan:

‘Zionisme berkeinginan untuk mendefinisikan masyarakat Yahudi sebagai sebuah bangsa .... ini adalah sesuatu yang menyimpang (dari ajaran agama)’. (Washington Post, 3 Oktober 1978)

Seorang pemikir terkemuka, Roger Garaudy, menulis tentang masalah ini:

Musuh terbesar bagi agama Yahudi adalah cara berpikir nasionalis, rasis dan kolonialis dari Zionisme, yang lahir di tengah-tengah (kebangkitan) nasionalisme, rasisme dan kolonialisme Eropa abad ke-19. Cara berpikir ini, yang mengilhami semua kolonialisme Barat dan semua peperangannya melawan nasionalisme lain, adalah cara berpikir bunuh diri. Tidak ada masa depan atau keamanan bagi Israel dan tidak ada perdamaian di Timur Tengah kecuali jika Israel telah mengalami “de-Zionisasi” dan kembali pada agama Ibrahim, yang merupakan warisan spiritual, persaudaraan dan milik bersama dari tiga agama wahyu: Yahudi, Nasrani dan Islam. (Roger Garaudy, "Right to Reply: Reply to the Media Lynching of Abbe Pierre and Roger Garaudy", Samizdat, Juni 1996)

Dengan alasan ini, kita hendaknya membedakan Yahudi dengan Zionisme. Tidak setiap orang Yahudi di dunia ini adalah seorang Zionis. Kaum Zionis tulen adalah minoritas di dunia Yahudi. Selain itu, terdapat sejumlah besar orang Yahudi yang menentang tindakan kriminal Zionisme yang melanggar norma kemanusiaan. Mereka menginginkan Israel menarik diri secara serentak dari semua wilayah yang didudukinya, dan mengatakan bahwa Israel harus menjadi sebuah negara bebas di mana semua ras dan masyarakat dapat hidup bersama dan mendapatkan perlakuan yang sama, dan bukan sebagai ‘negara Yahudi’ rasis.

Kaum Muslimin telah bersikap benar dalam menentang Israel dan Zionisme. Tapi, mereka juga harus memahami dan ingat bahwa permasalahan utama bukanlah terletak pada orang Yahudi, tapi pada Zionisme.

Sabtu, 27 Desember 2008

DeWA=YAHUDI???????????




http://www.swaramuslim.net/more.php?id=1273_0_1_0_M

Jejak Yahudi Dewa & Ahmad Dhani

Kritik & Investigasi Oleh : Erros Jafar 22 May 2005 - 2:00 pm

Kasus Dewa telah meninggalkan pertanyaan besar, sejak tanggal 2 Mei

lalu seluruh pemberitaan mengenai kelanjutan kasusnya sepertinya

masuk keranjang sampah tepatnya sejak budaya H. Ridwan Saidi

melaporkan Dewa ke Kejaksaan Agung sehubungan temuan beliau bahwa

album dewa menyesatkan dan memakai lambang lambang yang dilarang.

Padahal masyarakat banyak yang menunggu kelanjutan dari hasil temuan

temuan tersebut. Syukur alhamdulillah, pada edisi Mei 2005, majalah

Saksi memuat artikel dan wawancara dengan budayawan H. Ridwan Saidi.

Penjelasan ini tentu saja sangat penting khususnya bagi H. Ridwan

Saidi untuk menghindari tuduhan “Fitnah” dari group band Dewa.

Sangat menarik untuk kita telaah bersama, salah satu lagu

berjudul “SATU” dalam album “Laskar Cinta” versi CD, di bawah lirik

lagu ditulis Ahmad Dhani, “THANKS TO: SYEKH LEMAH ABANG”, sementara

untuk versi Kasetnya bertuliskan “THANKS TO: AL-HALLAZ” yang tak

lain adalah nama lain dari Syekh Siti Jenar

SATU

Aku ini…adalah dirimu

Cinta ini…adalah cintamu

Aku ini…adalah dirimu

Jiwa ini…adalah jiwamu

Rindu ini adalah rindumu

Darah ini adalah darahmu

Reff :

Tak…ada yang lain..selain dirimu

Yang selalu ku puja…ouo…

Ku…sebut namamu

Disetiap hembusan nafasku

Kusebut namamu…

Kusebut namamu…

Dengan tanganmu…aku menyentuh

Dengan kakimu…aku berjalan

Dengan matamu…ku memandang

Dengan telingamu…ku mendengar

Dengan lidahmu…aku bicara

Dengan hatimu…aku merasa

Reff…Reff…Reff…Reff

“THANKS TO: SYEKH LEMAH ABANG”

Album DEWA 19 (1992)

Di cover depannya ada gambar piramid yang atasnya disamarkan, tapi

jika diperbesar akan tampak ada sesuatu di puncaknya. Ini mirip

dengan lambang gerakan rahasia Zionisme (Iluminati). Bandingkan

dengan gambar piramid Yahudi yang terdapat dalam lembaran One Dollar

AS

Album TERBAIK-TERBAIK (1995)

Terpampang simbol Dewa RA (Dewa Matahari Dalam Mitologi Mesir Kuno).

Dewa Ra diklaim Yahudi sebagai salah satu dewa mereka. Di Sinagog

lambang ini lazim dipajang.

Selain itu, dalam album yang sama ada pula gambar satu halaman

Protocol of Zions dalam bahasa Ibrani. Ridwan Saidi (pakar Zionisme)

yang menguasai bahasa Ibrani menegaskan, “ini jelas diambil dari

satu gambar Protocol of Zions, karena diatas lembaran itu ada judul

dan logo. ini tidak ada dalam Taurat ataupun Talmud”.

Lalu ada simbol lingkaran dengan titik di tengahnya, dimana personil

Dewa berdiri dibawahnya. Simbol ini lazim dikenal sebagai simbol

Mata Setan yang menguasai dunia (evil eye), sebuah simbol Yahudi. Di

bagian lain dalam album yang sama, simbol mata setan juga dimuat.

Album The Best of Dewa 19 (1999)

Di pinggiran discnya terdapat simbol panah dan garis lurus yang

saling memotong spt salib. Lambang garis tsb sbenarnya sinar yang

aling memotong. Ini salah satu simbol dari gerakan Freemansonry

Lambang sinar yang saling memotong ini secara “kreatif” juga

terdapat dalam cover kaset bagian dalam dan depan secara keseluruhan.

Album Bintang Lima (2000)

Gambar sayap lazim dipakai sebagai salah satu simbol gerakan

perkumpulan Theosofie Yahudi.

Album Cintailah Cinta (2002)

Cover depan album Dewa ini memuat secara mencolok simbol Eye of

Horus. Horus adalah Dewa Burung dalam mitologi Mesir Kuno. sama spt

Dewa Ra, Yahudi juga mengklaim Horus merupakan salah satu dewa

mereka. Di cover dalam juga terdapat simbol yang sekilas mirip mata,

tapi sebenarnya merupakan contekan habis salah satu simbol yang

terdapat dalam buku The Secret Language of Symbol yang disarikan

dari kitab Yahudi, Taurat. Simbol ini biasa disebut Femina Geni.

Masih dalam album ini, masih terdapat beberapa simbol-simbol mata,

yang merupakan salah satu simbol Gerakan Freemasonry

Album Atas Nama Cinta I & II (2004)

Lambang sayap yang merupakan lambang resmi Dewa dimuat dalam album

live ini dengan latar belakang hitan kelam.

Album Laskar Cinta (2005)

Ininlah album ketujuh Dewa yang akhirnya menjadi batu sandungan dan

membuka selubung semua album-album Dewa sebelumnya yang sarat dengan

kampanye simbol & lambang Yahudi.

Selain lambang Allah yang dimuat tidak sebagaimana mestinya,

tipologi huruf “Laskar Cinta” pun mengambil dari pola huruf Ibrani

“Pola huruf tulisan Laskar Cinta diambil dari pola huruf Ibrani,”

ujar Ridwan Saidi seraya membuka kitab Taurat berbahasa Ibrani asli

dari Israel.

Dibawah lagu berjudul “Satu” (album Laskar Cinta), berisi ajaran

sesat yang mengatakan ada kesatuan wujud antara Sang Khaliq dengan

mahluk-Nya. Dalam bahasa Syeh Siti Jenar atau Al Hallaj, paham ini

disebut “Manunggal ing kawulo Gusti”. Parahnya, ini seakan

dibenarkan sendiri oleh Ahmad Dhani dengan menulis di bawah lirik

lagu tsb dalam cover versi kaset, “THANKS TO: AL-HALLAZ”.

Dalam album yang sama versi CD, di bawah lirik lagu “Satu”, ditulis

Ahmad Dhani, “THANKS TO: SYEKH LEMAH ABANG”, yang tak lain adalah

nama lain dari Syekh Siti Jenar

Siapakah Ahmad Dhani?

DHANI THANKS TO:…. JAN PIETER FREDERICH KoHLER (THANKS FOR THE

GEN). Dhani berterima kasih kepada:….Jan Pieter Frederich Kohler

(Terima kasih atas darah keturunannya)

Merunut dari silsilah keluarga,

Jan Pieter Frederich Kohler adalah kakek Dhani (dari pihak Ibu) yang

berkebangsaan Jerman. “Kohler” adalah nama keluarga, sejenis marga.

Jadi jelaslah, Dhani punya kebanggaan akan darah darah keturunannya

itu,” ujar pengamat Zionisme H. Ridwan Saidi.

Bisa jadi, sebab itulah dalam berbagai kesempatan show-termasuk

ketika manggung di Trans TV yang menginjak-injak karpet dengan motif

logo Allah yang kontroversial itu, Ahad (10/4)- Dhani Dewa

mengenakan kalung Bintang David, simbol Zionis-Israel.

Bermula dari kasus kontroversial logo Allah, terkuaklah misteri

dibalik (Dhani) Dewa

Dalam album-album Dewa, bertebaran gambar dan simbol-simbol Yahudi.

Ada apa ini? Dalam album-album selanjutnya Dewa juga banyak memuat

logo dan simbol-simbol Zionis. Ini harus dilacak, ada apa di

belakang Dewa?” papar Ridwan Saidi.

Saya sebagai orang yang telah lama mempelajari Zionisme berani

menyatakan jika ini merupakan usaha penyebaran simbol2 Yahudi

terbesar sepanjang sejarah Indonesia!” tandas Ridwan.

taken by Majalah Saksi Edisi Mei 2005

wallahu’alam